XL Perluas Edusolutions ke 2.500 Sekolah dan Kampus

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--XL Axiata (XL) makin serius saja menggarap segmen remaja. Melalui program  XL Edusolutions, operator seluler ini tengah mengincar 1,5 juta pelanggan baru di kalangan pejar dan mahasiswa.

VP Enterprise and Community XL, Titus Dondi mengatakan program  XL Edusolutions bukan hal baru. ''Program ini telah dikembangkan sejak Mei tahun lalu dan telah menjangkau sekitar 1.000 sekolah menengah dan kampus,'' kata Titus. Melalui program serupa telah dibangun sebanyak 185 hotspot di 185 sekolah/kampus.

Dari program inilah XL meraup sekitar 2 juta pengguna aktif yang tergabung dalam program school community. Sukses inilah yang mendorong XL memperluas program.

Menurut Titus, tahun 2012 program akan diperluas dengan melibatkan 2.500 sekolah atau kampus baru. ''Kami juga akan menyediakan akses wifi sehingga menjadi 500 titik,'' kata Titus. Wifi akan disediakan di sekolah dan kampus yang tergabung dalam program school community.

Ihwal program XL EDusolutions sendiri Tintus menyatakan bahwa ada tiga program utama disini. Yakni sistem informasi terpadu atau XL Sisfoster. Pada layanan ini XL menyediakan aplikasi untuk sekolah atau kampus Dengan aplikasi ini lembaga pendidikan bisa memanfaatkan untuk komunikasi dan interaksi degan peserta didik maupun orang tua yang berubungan dengan sekolah/kampus. Misalnya absensi, informasi kegiatan sekolah hingga informasi kegiatan akademik. Komunikasi bisa dilakukan melalui SMS.

XL juga menyediakan akses wifi di sekolah/kampus dengan kecepetan hingga 1 Mbps. Untuk kapasitas, wifi akan disesuaikan dengan kebutuhan. Bilamana trafik tinggi, tidak tertutup kemungkinkan XL menambah kapasitas atau menambah wifi baru.

Program ketiga adalah 3 in 1 Card. Pada program ini, XL menyediakan sebuah kartu yang berfungsi sebagai Kartu Absensi, Kartu ATM, dan Kartu Pelajar. 

Titus optimistis bahwa program yang dikembangkan akan mendapat respon positif kalangan pendidikan. Termasuk akusisi pelanggan baru di segmen remaja. ''Tetapi akuisisi bukan tujuan utama kali. Program ini dirancang untuk membantu dunia pendidikan,'' kata Titus.

Sumber : republika