Select Menu

UNIK

SEK

KESEHATAN

SPORT

INTERNET

Videos

Operator seluler PT Telkomsel mencatat trafik komunikasi pengiriman layanan pesan singkat di wilayah Jawa Timur sehari menjelang Idul Fitri 1433 Hijriah mencapai lebih dari 63 juta SMS
Corporate Communication Telkomsel Area Jawa Bali Sri Ambar Yusmeniwati ketika dihubungi dari Surabaya, Minggu, mengatakan, trafik pengiriman SMS sebanyak itu lebih tinggi sekitar 101,75 persen dibanding kondisi normal pada hari biasa. 
"Puncak kepadatan trafik SMS ucapan Lebaran mulai terjadi sejak Sabtu (18/8) pukul 19.00 WIB hingga setelah sholat Idul Fitri," katanya. 
Data yang dirilis Telkomsel mencatat, kenaikan trafik SMS tertinggi terjadi di Kota Mojokerto hingga mencapai 360 persen, diikuti Kota Pasuruan (150 persen), Kabupaten Mojokerto (102 persen), Kabupaten Sumenep (75 persen), dan Kota Blitar (65 persen). 
Selain pengiriman SMS, kenaikan trafik komunikasi di Jatim juga terjadi pada layanan suara (voice) dan data, namun kenaikannya tidak terlalu besar. 
Menurut ia, layanan suara mengalami peningkatan rata-rata 19 persen, sementara layanan data naik 22 persen dari delapan terabyte menjadi 10 terabyte. 
Kenaikan trafik layanan suara tertinggi tercatat di wilayah Pacitan sekitar 75 persen, kemudian Magetan (74 persen), Ngawi (65 persen), Madiun (61 persen), dan Ponorogo (50 persen). 
"Kecenderungan tertinggi dari pelanggan masih pada layanan SMS untuk mengirimkan ucapan selamat Idul Fitri.Kondisi serupa juga terjadi pada Lebaran sebelumnya, meskipun ada sebagian pelanggan yang menggunakan laman jejaring sosial, seperti facebook atau twitter," ujar Yusmeniwati. 
Untuk memenuhi layanan komunikasi di wilayah Jatim pada saat mudik Lebaran, operator anak perusahaan PT Telkom itu telah mengoperasikan lebih dari 3.000 unit menara sinyal (BTS) 2G dan 3G (Node-B) dengan kapasitas yang diperbesar hingga 100 Mbps. 
"Layanan suara kami siapkan bisa melayani hingga 20 juta pelanggan sekaligus, sementara kapasitas SMS sekitar 7.750 SMS perdetik atau setara dengan 670 juta SMS perhari," kata Head of ICT Network Management Division Telkomsel Jatim, Galumbang Pasaribu. (ar)



Antaranews.com
- - - -
XL Memajukan Negeri adalah sebuah perusahaan operator telekomunikasi seluler di Indonesia. XL beroperasi secara komersial pada tanggal 8 Oktober 1996,  XL merupakan perusahaan swasta pertama yang menyediakan layanan telepon seluler di Indonesia. Dibawah bendera PT XL Axiata Tbk operator seluler yang satu ini mempunyai program "XL Memajukan Negeri"


Dengan manargetkan sebanyak 3,5 juta kalangan muda dari sekolah dan kampus untuk menjadi pelanggannya. Mereka akan menikmati salah satu manfaat dari layanan XL yaitu XL Edusolutions dengan nama program terbarunya yaitu Sistem Informasi Sekolah Terpadu (Sifoster). Sifoster menjadi layanan digital terintegrasi melalui platform internet dan SMS, fungsinya memberikan informasi dari sekolah dan kampus dengan cepat kepada pelajar dan orang tua.

Saat ini XL Sifoster telah terpasang pada sekitar 1.000 sekolah dan kampus di Indonesia. Dari sekolah dan kampus sebanyak itu, XL berhasil menghimpun sebanyak 2,2 pelajar dan mahasiswa menjadi pelanggannya. XL menargetkan tahun ini bisa memasang sifoster pada 2.500 sekolah dan kampus. Bukan hanya slogan belaka bila memang XL ingin Memajukan Negeri.

Selain XL Sifoster, layanan Edusolutions ini juga berupa penyediaan akses WiFi secara gratis. Untuk bisa mendapatkan akses WiFi, sekolah dan kampus memang harus mengikuti program XL Edusolutions tersebut. Program ini gratis. Sekolah dan kampus tidak dikenakan biaya apapun, kecuali hanya mengeluarkan biaya untuk kartu perdana XL.

XL Memajukan Negeri saat ini didukung dengan jumlah BTS yang telah melebihi 30 ribu (2G/3G). Dari lebih 30 ribu TBS tersebut, 20% di antaranya adalah BTS 3G. Saat ini XL berfokus pada pengembangan cakupan, terutama jaringan 3G karena lebih efisien. 

Dengan jumlah BTS sebanyak itu semakin menunjukkan bahwa XL memang serius dalam membangun infrastruktur jaringan telekomunikasi seluler yang berkualitas di seluruh provinsi di Indonesia yang berjumlah 33 provinsi dan juga sekaligus XL ingin memenuhi harapan pemerintah dalam membangun jaringan telekomunikasi guna mendorong pemerataan pembangunan di pelosok daerah reutama dibidang teknologi seluler.*(ay)


Semoga Bermanfaat

Asriyatno



_________________________________________________________________
*Dari berbagai sumber
- - -
Purwakarta - Rencana awal XL Axiata untuk menjual sekitar 8.000 menaranya dipastikan batal. Selain belum menemukan pembeli yang pas, operator ini merasa belum membutuhkan tambahan dana segar.

"Setelah melakukan offering dari beberapa pembeli XL tidak menemukan kecocokan harga. Ya, tahun 2012 ini kita bisa batal menjual menara yang kita punya," terang Chief Operating Officer XL, Willem Lucas Timmermans kepadadetikINET, di sela-sela peluncuran BTS baru, di Purwakarta, Rabu (11/4/2012).

Padahal sebelumnya dikabarkan tiga emiten yang bergerak di bisnis penyedia menara berminat untuk membeli menara milik XL. Ketiga perusahaan itu disebut-sebut PT Tower Bersama Infrastructure, PT Solusi Tunas Pratama dan PT Sarana Menara Nusantara.

Perkiraan nilai aset 8.000 menara itu sendiri sekitar Rp 15 triliun sampai Rp 16 triliun. Wim menambahkan, sampai saat ini alokasi dana sebesar Rp 7-8 triliun untuk membangun infrastruktur jaringan yang diambil dari 60% belanja modal sudah cukup. 

XL juga akan lebih menfokuskan pembangunan jaringan dengan menyewa menara bersama. Selain lebih murah juga lebih mudah dalam soal perizinan.

"Bangung BTS itu bisa sekitar Rp 1 miliar lebih, tapi dengan menyewa akan jauh lebih hemat," tandas WIm tanpa memperinci berapa menara yang akan disewa Xl di masa depan.

sumber : detik
- -
JAKARTA - Pendapatan Telkomsel tiap bulan dapat mencapai Rp 4 triliun dan sebagian besar ditunjang oleh penjualan produk voucher elektronik.

"Bisa dibilang 95% pendapatan Telkomsel berasal dari voucher elektronik," kata Direktur Enterprise and Wholesale Telkom Indonesia Tbk, Arief Yahya usai penandatanganan perjanjian kerjasama dengan PT BRI Syariah di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan voucher elektronik Telkomsel dan Telkom dapat diperoleh di hampir seluruh outlet di Indonesia. Voucher elektronik dianggap lebih murah dan langsung dapat masuk ke telepon seluler pengguna produk Telkomsel.

"Hal ini tentunya memberikan kemudahan bagi pengguna Telkomsel di Tanah Air," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Telkomsel Sarwoto Atmosutarno memproyeksikan pertumbuhan pendapatan tahun ini sekitar 8% atau setara Rp13,393 triliun.

"Pertumbuhan ini didukung oleh jumlah pelanggan yang juga turut meningkat tiap tahunnya. Tahun ini, anak perusahaan Telkom Tbk ini menargetkan jumlah pelanggan sekitar 116 juta pelanggan," ujarnya.

Sepanjang 2011, Telkomsel berkontribusi kepada Telkom sekitar Rp48,73 triliun untuk pendapatan bila dibandingkan dengan tahun 2010 yang mencapai Rp45,57 triliun. (ant/gor)

Sumber : investor
- - -
Mahasiswa Universitas Gunadarma Depok membuka Posko Pencurian Pulsa
BATAM, KOMPAS.com — Polisi masih memeriksaserver Telkomsel. Pemeriksaan itu untuk mencari bukti kasus pencurian pulsa.

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman mengatakan, bukti pencurian itu ada di dalam server. Seluruh data transaksi terekam dalam pusat data tersebut.

"Kami tidak menyita karena besar sekali dan bisa mematikan operasional perusahaan bersangkutan. Kami hanya memeriksa lewat unit cyber crime," ujarnya, Rabu (11/4/2012), di Batam, Kepulauan Riau.
Sementara ini polisi baru memeriksa server milik Telkomsel. Pasalnya, empat pengaduan kasus pencurian pulsa hanya terkait dengan anak perusahaan PT Telkom tersebut. "Operator lain bisa saja diperiksa juga," ujarnya.

Hasil pemeriksaan itulah, antara lain, yang mendasari penetapan salah seorang petinggi Telkomsel sebagai tersangka. "Kami masih mengembangkan penyelidikan. Kasus ini tidak mudah," tuturnya.

Sumber : kompas

- - -
Padang, Padek—Axis, operator nasional dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, terus menghadirkan layanan dan inovasi baru bagi seluruh masyarakat Indonesia. 

Memperkuat komitmennya menghadirkan “Internet untuk Rakyat”, Axis memberikan paket data “AXIS Pro”, menghadirkan pilihan paket data unlimited fleksibel.

“AXIS Pro” dapat digunakan di berbagai perangkat mobile broadband, termasuk smartphone terkini, modem, dan tablet. Tersedia dalam pilihan layanan data unlimited mingguan dan bulanan dengan layanan data berkecepatan tinggi. Pelanggan Axis dapat memilih paket sesuai dengan kebutuhan akses internet mereka, mulai dari email, browsing, hingga video streaming.


”Kartu perdana khusus “AXIS Pro” juga tersedia di pasar dengan harga Rp49.000 termasuk akses internet unlimited satu bulan. Pelanggan lama Axis juga dapat menikmati manfaat “AXIS Pro” data unlimited melalui *123# dan memilih paket diinginkan,” kata Area Sales Manager untuk wilayah West Sumatera, Zuprizal, kemarin.



Untuk pengalaman jelajah internet terbaik bagi pelanggan, “AXIS Pro” dirancang untuk aktivasi yang simpel dan mudah serta dilengkapi dengan speed booster. Speed booster ini tersedia dalam pilihan 500 MB dan 1 GB dan berlaku selama satu bulan.



Di bagian Zuprizal mengatakan saat ini BTS Axis di Padang menggunakan teknologi 3G dan HSPA+. Dari sisi biaya, Axis menawarkan paket unlimited yangdekat dengan Rakyat tanpa harus khawatir harga mahal. 

Dari sisi paket, Axis menawarkan paket beragam sesuai kebutuhan pelanggan dan dapat mengontrol pemakaian melalui UMB *123# atau membeli SP khusus Axis Pro yang ada di Outlet dan Axis Shop terdekat. ”Di sanalah keunggulan Axis sehingga menjadi pilihan bagi masyarakat untuk berinternet,” sebutnya.

Menurut Zuprizal, untuk memanjakan pencinta gadget dan pengguna AXIS Pro, saat ini digelar Pesta Gadget Bersama Axis di Plasa Andalas bekerjasama dengan Apkomindo Padang, 29 Maret–8 April. Tersedia berbagai macam merek dan tipe gadget dengan harga menarik.
 ”Tak kalah menariknya, penawaran spesial dari Axis berupa paket modem+free unlimited 3 bulan hanya Rp 199.000 serta penarikan undian bagi pelanggan yang melakukan isi ulang pulsa Axis selama acara pameran,” tukasnya.(ril)



”Tergantung pada perangkat yang digunakan dan kecepatan jaringan. Hal ini akan membuat layanan data lebih terjangkau dari sebelumnya pada jaringan AXIS di Indonesia,” katanya.


- -
TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG -PT XL Axiata (XL) senantiasa berusaha mendorong dan memberikan dukungan kepada perkembangan dunia pendidikan di Indonesia. Salah satunya dengan memperkenalkan XL Edusolutions ke beberapa sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia.

XL Edusolutions merupakan sebuah solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berupa XL Sifoster dan free Wi-Fi di sekolah dan perguruan tinggi yang telah menjadi partner XL dan bergabung dalam program XL School & Campus Community.

"Program ini merupakan bagian dari Persembahan XL Memajukan Negeri yang didesain sedemikian rupa, sehingga selain bisa mengelola komunitas pelajar dan anak-anak muda untuk tujuan retensi pelanggan, sekaligus juga bisa menjadi sarana bagi XL untuk ikut membina dan berpartisipasi dalam pengembangan dunia pendidikan Indonesia," ungkap VP Enterprise and Community XL Titus Dondi dalam rilis kepada Tribun, Senin (9/4).

Hingga tahun ini, sedikitnya 1.000 sekolah dan kampus telah mendapatkan XL Sifoster. Selain itu, lebih dari 185 sekolah dan kampus mendapatkan free Wi-Fi.

Inovasi lainnya adalah 3 in 1 card, yakni program kerja sama dengan perbankan untuk menghadirkan kartu multimanfaat, yakni kartu absensi, kartu ATM, dan kartu pelajar.

XL Sifoster alias Sistem Informasi Sekolah Terpadu merupakan layanan digital terintegrasi melalui platform internet dan SMS. Layanan ini berfungsi untuk memberikan informasi dari sekolah dan kampus dengan cepat kepada pelajar dan orangtua siswa.

XL Sifoster telah terpasang di kurang lebih 1.000 sekolah dan kampus se-Indonesia. Target sampai akhir 2012 dapat terpasang di 2.500 sekolah/kampus se-Indonesia.(heru)

Sumber : tribunnews

- -
JAKARTA, KOMPAS.com - XL Axiata memperkenalkan layanan XL Edusolutions untuk pasar anak muda. Layanan ini berupa penyediaan kartu multifungsi dan Internet WiFi gratis hingga 500 sekolah dan kampus.

XL Edusolutions merupakan solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berupa XL Sifoster dan akses WiFi gratis di sekolah dan kampus yang telah menjadi mitra XL serta telah bergabung dalam program XL School dan Campus Community.

XL Sifoster adalah singkatan dari Sistem Informasi Sekolah Terpadu. Sistem ini merupakan layanan digital terintegrasi melalui platform internet dan SMS.

Vice President Enterprise and Community XL Axiata Titus Dondi menjelaskan program ini merupakan bagian dari visi perusahaan dalam mengelola komunitas pelajar dan anak muda.

"Selain bermanfaat untuk retensi pelanggan, program ini dapat menjadi sarana bagi XL untuk berpartisipasi dalam pengembangan dunia pendidikan di Indonesia," kata Titus selepas konferensi pers di Gedung Menara Prima Jakarta, Senin (9/4/2012).

Dengan layanan itu, informasi dari sekolah dan kampus bisa terdistribusi secara cepat kepada pelajar atau mahasiswa serta orang tua. Layanan itu berupa kartu multifungsi (3 in 1 card) yang berfungsi sebagai kartu absensi, kartu ATM dan kartu pelajar.

"Dengan cara ini sekolah akan memasuki era tanpa kertas (paperless). Selain itu, segala informasi apapun tentang sekolah bisa terdistribusi secara cepat," katanya.

Untuk kartu ATM, XL menggandeng Bank Syariah Mandiri dan Bank Permata Syariah untuk layanan perbankannya. Sementara, pihak XL akan memberikan semua jaringan hingga aplikasi program tersebut.

Hingga saat ini layanan XL Sifoster baru bisa dipakai di 1.000 sekolah dan kampus di Pulau Jawa, Sumatra dan Nusa Tenggara. Ke depannya, XL akan menyebarkan layanan tersebut ke pulau Kalimantan dan Sulawesi.

"Kami menargetkan bisa tersebar ke 2.500 sekolah dan kampus seluruh Indonesia," jelasnya.

Selain XL Sifoster, layanan Edusolutions ini juga berupa penyediaan akses WiFi secara gratis. Untuk bisa mendapatkan akses WiFi, sekolah dan kampus memang harus mengikuti program XL Edusolutions tersebut.

"Program ini gratis. Sekolah dan kampus tidak dikenakan biaya apapun, kecuali hanya mengeluarkan biaya untuk kartu perdana XL," tambah GM Youth Segment Community Enterprise and Community, Deddy Fahmi Priautama.

Untuk akses WiFi gratis ini, kecepatan internet yang diberikan hingga 1 Mbps. Agar bisa mengakses WiFi tersebut, pengguna harus memasukkan kata kunci (password) berupa nomor kartu XL yang dipakainya. 

Melalui metode ini pula, XL menargetkan ada pertambahan jumlah pelanggan XL Edusolutions dari 2,2 juta pelanggan di April 2012 menjadi 3,5 juta pelanggan di akhir 2012.

Target ini juga sejalan dengan target pertambahan jumlah pelanggan XL secara nasional dari 46 juta pelanggan di 2011 menjadi sekitar 50-51 juta pelanggan di akhir 2012.

Sumber : kompas
- -
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - LP3I Politeknik Medan, Universitas Selangor, Malaysia dan provider XL menjalin kerjasama di bidang Green Technology Policy and Implementation of Word Strategy.
 
Sebagai langkah awal, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bertempat di lantai VI gedung XL Center Jalan Diponegoro Medan, Senin (9/4/2012).

Kerjasama yang berkaitan erat dengan pengembangan ilmu dan riset-riset bermuara pada penciptaan teknologi yang berkaitan pada jalur pemanfaatkan green technology ramah lingkungan tersebut, tampak dihadiri oleh jajaran petinggi tiga institusi tersebut.
"Hari ini kami cukup senang karena secara resmi kerjasama penelitian dengan Universiti Selangor dan XL bisa terlaksana. Sebagai sarana edukasi, tidak hanya pucuk pimpinan hadir tetapi kami memboyong 150 mahasiswa tingkat dua Politeknik LP3I Medan untuk bisa paham pemanfaatan teknologi ini," ujar Akhwanul Akmal selaku Direktur LP3I Politeknik Medan.

Dimintai komentarnya disela-sela acara Akmal mengaku dengan jalinan kerjasama ini akan terjadi pertukaran mahasiswa LP3I dan Universitas Selangor.Sementara provider XL akan bertugas sebagai penyedia layanan komunikasi baik dalam bentuk operasional jaringan kerja maupun komunikasi ketiga belah pihak.

sumber : 

- -
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--XL Axiata (XL) makin serius saja menggarap segmen remaja. Melalui program  XL Edusolutions, operator seluler ini tengah mengincar 1,5 juta pelanggan baru di kalangan pejar dan mahasiswa.

VP Enterprise and Community XL, Titus Dondi mengatakan program  XL Edusolutions bukan hal baru. ''Program ini telah dikembangkan sejak Mei tahun lalu dan telah menjangkau sekitar 1.000 sekolah menengah dan kampus,'' kata Titus. Melalui program serupa telah dibangun sebanyak 185 hotspot di 185 sekolah/kampus.

Dari program inilah XL meraup sekitar 2 juta pengguna aktif yang tergabung dalam program school community. Sukses inilah yang mendorong XL memperluas program.

Menurut Titus, tahun 2012 program akan diperluas dengan melibatkan 2.500 sekolah atau kampus baru. ''Kami juga akan menyediakan akses wifi sehingga menjadi 500 titik,'' kata Titus. Wifi akan disediakan di sekolah dan kampus yang tergabung dalam program school community.

Ihwal program XL EDusolutions sendiri Tintus menyatakan bahwa ada tiga program utama disini. Yakni sistem informasi terpadu atau XL Sisfoster. Pada layanan ini XL menyediakan aplikasi untuk sekolah atau kampus Dengan aplikasi ini lembaga pendidikan bisa memanfaatkan untuk komunikasi dan interaksi degan peserta didik maupun orang tua yang berubungan dengan sekolah/kampus. Misalnya absensi, informasi kegiatan sekolah hingga informasi kegiatan akademik. Komunikasi bisa dilakukan melalui SMS.

XL juga menyediakan akses wifi di sekolah/kampus dengan kecepetan hingga 1 Mbps. Untuk kapasitas, wifi akan disesuaikan dengan kebutuhan. Bilamana trafik tinggi, tidak tertutup kemungkinkan XL menambah kapasitas atau menambah wifi baru.

Program ketiga adalah 3 in 1 Card. Pada program ini, XL menyediakan sebuah kartu yang berfungsi sebagai Kartu Absensi, Kartu ATM, dan Kartu Pelajar. 

Titus optimistis bahwa program yang dikembangkan akan mendapat respon positif kalangan pendidikan. Termasuk akusisi pelanggan baru di segmen remaja. ''Tetapi akuisisi bukan tujuan utama kali. Program ini dirancang untuk membantu dunia pendidikan,'' kata Titus.

Sumber : republika
- -
JAKARTA - Sebagai salah satu operator seluler di Indonesia, XL menilai pasar remaja dan anak muda sangat potensial. Menyadari hal itu, XL menghadirkan program-program yang dapat memikat para anak muda untuk mengakusisi pelanggan baru.

"Kenapa market anak muda? karena pasar anak muda masih mencari identitas atau istilahnya masih bisa digoyang. Sehingga kami membuat program yang ada manfaat bukan hanya untuk pribadi mereka tapi juga leingkungannya," jelas VP Enterprise and Carrier XL, Titus Dondy di Menara Prima, Senin (9/4/2012).

"Hal itu merupakan cara ampuh bukan hanya untuk mengakuisisi pelanggan, tapi ketika mereka sudah merasakan mafaatnya sehingga mereka nantinya bisa menjadi pelanggan tetap kita," tambahnya.

Hal senada pun disampaikan oleh GM Youth Segment Community Enterprise & Carrier XL, Deddy Fahmi Priautama, menurutnya anak muda sangat dinamis dan tanggap kalau ada perubahan. "Sehingga kita ingin berkiprah di situ dengan memberikan manfaat lain baik secara individu, sekolah atau lingkungannya," tuturnya.

"Anak muda bukan hanya menjadi pasar potensial bagi telekomunikasi, tapi juga industrai lain. Jadi bukan hanya dicermati tapi juga diperhatikan penetrasinya," pungkasnya.

Sementara itu Titus menjelaskan, ketika pelanggan sudah terikat dengan komunitasnya seperti teman-teman dan lingkungannya maka itu bisa menjadi alasan untuk menjadi pelanggan tetap dan tidak berpindah haluan. (fmh)

Sumber : okezone
- -
JAKARTA - PT XL Axiata (XL) menilai pasar remaja dan anak muda sangat potensial, tapi bukan hanya membidik potensi pasar yang ada melainkan juga berusaha mendorong dunia pendidikan Indonesia dan mendorong kemajuan prestasi. Hal ini terbukti dengan berhasilnya layanan XL Edusolutions.


XL memperkenalkan layanan XL Edusolutions, yaitu solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berupa XL Sifoster (Sistem Informasi Sekolah Terpadu), free WiFi dan inovasi terbaru 3 in 1 Card yang menjadi partner XL dan tergabung dalam program XL School & Campus Community.

XL Sifoster ini merupakan layanan digital terintegrasi melalui platfom internet dan SMS yang berfungsi untuk memberikan informasi dari sekolah dan kampus kepada pelajar dan orang tua siswa. Sejak diluncurkan hingga kini, XL Sifoster sudah terpasang disekira seribu sekolah dan kampus di Indonesia dan XL berharap dapat mendapai 2.500 sekolah hingga akhir tahun ini.

Sementara itu free WiFi dengan kecepatan up to 1Mbps bisa digunakan untuk mengakses internet di laptop atau smartphone di sekolah dan kampus. Instalasi WiFi gratis ini sudah ada di 185 sekolah dan ditargetkan akan terpasang di 500 lokasi sekolah atau kampus.

Sedangkan untuk 3 in 1 Card, ini merupakan program kerjasama dengan perbankan untuk menghadirkan kartu dengan multi mafaat yaitu sebagai kartu absensi, kartu atm dan kartu pelajar. Diungkapkan XL, karena merupakan inovasi terbaru jadi baru ada di 10 sekolah dan ditargetkan akan ada di 2.500 sekolah hingga akhir tahun ini.

"Program School & Campus Community langsung masuk ke sekolah bukan hanya untuk mengakuisisi pelanggan baru tapi juga untuk mendukung pendidikan dan prestasi," ujar VP Enterprise and Carrier XL, Titus Dondy di Menara Prima, Jakarta, Senin (9/4/2012).

Lebih lanjut Titus menjelaskan, sampai saat ini program Youth & Campus Community yang diluncurkan pada Mei 2010 ini sudah memiliki 2,2 juta pelanggan dan ditargetkan tahun ini akan semakin meningkat sebanyak 3,5 juta. "2,2 juta pelanggan itu merupakan 5 persen dari total pelanggan XL per akhir tahun lalu. Targetnya tahun ini akan bertambah sekira tujuh hingga delapan persen dari target total pelanggan kita tahun ini," jelasnya

Sementara itu dijelaskan oleh GM Youth Segment Community Enterprise & Carrier XL, Deddy Fahmi Priautama, program XL Youth & Campus Community ini meliputi tiga hal yaitu Educations Development, Creativity Development dan Information Technology Development. Ketiga ini memiliki fungsi yang berbeda-beda, misalnya untuk Educations Development yang merupakan program pengembangan pendidikan, Try Out, Workdshop dan lainnya.

Kemudian Creativity Development yang merupakan  program pengembangan kreativitas belajar seperti kompetisi mading online, kompetisi olah raga dan pensi. Sedangkan Information Technology Develompent yang merupakan solusi XL untuk dunia pendidikan Indonesia, instalasi gratis layanan TIK di sekolah dan kampus. (fmh)


Sumber : okezone
- -
MAKASSAR, UPEKS--Telkomsel membidik pertumbuhan jumlah pelanggan uang elektronik (e-money) T Cash menjadi 10 juta di akhir tahun 2012. Optimisme pencapaian ini muncul karena Telkomsel telah memiliki banyak customer base dan juga ekosistem layanan e-money yang semakin berkembang.

Dengan jumlah pelanggan yang kini mencapai 110 juta, Telkomsel memiliki peluang yang lebih besar dalam menggiring pola pemanfaatan jaringan teknologi telekomunikasi melalui ponsel. Seiring dengan semakin luasnya cakupan jaringan Telkomsel, kehadiran ponsel telah memunculkan gaya hidup yang penuh mobilitas atau dikenal dengan mobile lifestyle.

Kini ponsel tak hanya sekedar untuk menelepon dan SMS, tapi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk fungsi dompet digital yang siap digunakan untuk bertransaksi kapanpun dan di manapun pelanggan berada.

Head of Area Pamasuka Group Bona LP. Parapat, mengatakan, Telkomsel adalah pelopor kehadiran layanan mobile wallet di Indonesia yang bernama T-Cash sejak 27 November 2007. "Kami optimis layanan e-money via ponsel pertama kali di Indonesia ini dapat terus tumbuh di kalangan masyarakat, mengingat transaksi finansial yang dilakukan melalui T-Cash lebih praktis dan terjamin keamanannya,”ujarnya, belum lama ini.

Selama tahun 2011, Wilayah Sulawesi-Maluku-Papua merupakan wilayah urutan kedua di Indonesia pengguna layanan Tcash terbanyak, yakni sebanyak 14% dari keseluruhan jumlah pelanggan T-Cash di Indonesia.Urutan pertama diraih oleh Sumatera yakni sekitar 32%.

Keseriusan Telkomsel dalam menggarap bisnis e-money di Indonesia diwujudkan dengan pengembangan e-money berbasis inovasi teknologi terkini. Di pertengahan tahun 2011, Telkomsel meluncurkan inovasi pembayaran contactless melalui ponsel pertama dan satu-satunya di Indonesia bernama Tap-Izy. Dengan Tap-Izy, pelanggan Telkomsel bisa melakukan pembayaran produk dan jasa dengan uang elektronik secara cepat dan mudah hanya dengan mendekatkan ponselnya ke mesin Tap-Izy.

Tap-Izy merupakan inovasi produk sim card yang telah dilengkapi dengan teknologi Radio Frequency Identification (RFID). Chip dan antena yang tertanam pada sim card memungkinkan pelanggan untuk melakukan transaksi pembayaran dengan hanya menyentuhkan ponsel ke alat pembaca (reader) yang terdapat pada mesin Electronic Data Capture (EDC) Tap-Izy yang terdapat di kasir merchant.

“Telkomsel akan terus mengembangkan ekosistem layanan e-money ke seluruh penjuru wilayah di Indonesia. Kami juga sudah bekerjasama dengan sejumlah mitra potensial dari sektor bisnis retail, web store, restoran, dan perbankan untuk menambah value layanan ini. Tujuannya tidak lain adalah demi tumbuhnya kepercayaan masyarakat dalam memanfaatkan layanan T-Cash maupun Tap-Izy untuk solusi digital payment sehari-hari”, tambah Indra.

Melalui kemitraan bersama lebih dari 530 merchant dengan total terminal sebanyak 32.737 titik di seluruh Indonesia telah dilakukan untuk mendukung kesuksesan layanan T-Cash. Di samping itu, Telkomsel juga telah menggandeng institusi perbankan untuk menghadirkan beragam kemudahan bagi pelanggan dalam pemanfaatan T-Cash. Akhir Maret lalu Telkomsel telah menjalin kerjasama dengan Bank BNI, di mana saat ini pelanggan T-Cash dapat melakukan pengisian saldo (cash in) di ATM BNI yang tersebar di seluruh penjuru wilayah Indonesia.

Kini lebih dari 8,2 juta pelanggan Telkomsel telah memanfaatkan T-Cash dan Tap-Izy sebagai solusi transaksi keuangannya. Kehadiran T-Cash dan Tap-Izy merupakan salah satu upaya Telkomsel untuk memberikan pilihan layanan pembayaran kepada masyarakat Indonesia. Kedua jenis layanan e-money tersebut sekaligus menjadi langkah nyata Telkomsel untuk mendukung program pemerintah melalui Bank Indonesia dalam upaya meningkatkan transaksi non tunai (cashless) dan mewujudkan less cash society di Indonesia.

Sumber:
 http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=83982upeks
- - -
INILAH.COM, Jakarta – Melalui jumlah pelanggan yang kini mencapai 110 juta, Telkomsel membidik pertumbuhan pelanggan uang elektronik (e-money) di layanan T-Cash sebesar 10 juta pengguna.
“Kami optimis layanan e-money via ponsel pertama di Indonesia ini mampu terus tumbuh di kalangan masyarakat. Mengingat transaksi finansial melalui T-Cash lebih praktis dan terjamin aman,” kata Head of Corporate Communications Division Telkomsel Ricardo Indra.
Selama 2011, T-Cash lebih banyak digunakan pelanggan Telkomsel di Sumatera. Nilai rata-rata transaksi harian mencapai Rp6 juta dan rata-rata transaksi harian mencapai 324 transaksi.Sumatera juga merupakan wilayah pengguna T-Cash terbesar.
Jumlahnya tercatat sekitar 32% dari total jumlah pelanggan T-Cash, disusul Sulawesi, Maluku dan Papua sebesar 14%. Dalam pengembangan e-money, di pertengahan 2011, Telkomsel meluncurkan inovasi pembayaran contact-less pertama melalui ponsel, Tap-Izy.
Layanan ini membuat pelanggan bisa bertransaksi pembayaran cukup menyentuhkan ponsel ke alat pembaca (reader) di mesin Electronic Data Capture (EDC) Tap-Izy di kasir merchant.
“Telkomsel akan terus mengembangkan ekosistem layanan e-money di Indonesia. Kami juga bekerjasama sejumlah mitra potensial di sektor bisnis retail, web store, restoran, dan perbankan untuk menambah value layanan ini,” kata Indra.
Saat ini, Telkomsel telah bermitra dengan lebih dari 530 merchant dengan total terminal sebanyak 32.737 titik di Indonesia. Kerjasama ini termasuk dengan perbankan untuk layanan T-Cash.
Saat ini lebih dari 8,2 juta pelanggan Telkomsel telah memanfaatkan T-Cash dan Tap-Izy untuk solusi transaksi keuangan.
Program layanan ini mendukung program pemerintah melalui Bank Indonesia untuk meningkatkan transaksi non tunai (cashless) dan mewujudkan less cash society di Indonesia. [mor]
Sumber : inilah.com
- - -
REPUBLIKA.CO.ID, Telkomsel menyatakan siap menggelar program Desa Punya Internet atau yang disingkat PINTER. Program yang bertujuan mengenalkan internet di pedesaan ini, pada tahap pertamanya akan membidik 880 desa di Indonesia.
“(program) ini memberikan kesempatan kepada masyarakat di pedesaan untuk mengakses informasi mengenai dunia pendidikan dan pengetahuan lainnya, " kata Head of Corporate Communication Division Telkomsel, Ricardo Indra seperti dikutip ROL, Sabtu (7/4) dari keterangan pers Telkomsel.
Telkomsel akan menyedikan layanan internet dengan tarif terjangkau di Desa PINTER yang merupakan layanan koneksi nirkabel berbasis WIFI dan dapat digunakan oleh berbagai perangkat telekomunikasi bahkan gadget lainnya di wilayah cakupan.
Telkomsel juga menyediakan dua unit komputer dan satu unit printer di setiap desa dengan jaringan internet yang berkecepatan tinggi. 
Pembangunan Desa PINTER sendiri dilakukan secara bertahap menyesuaikan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah. Tahap pertama ini akan digelar di 880 yang tersebar di tiga provinsi, yaitu 340 desa di Sumatera Utara, 340 desa di Sumatera Barat, dan 200 desa di Kalimantan Timur. 
“Wilayah tersebut dipilih karena memiliki tingkat penetrasi layanan komunikasi dan informasi yang cukup tinggi,” kata Indra.
Sumber : republika
- - -

Jakarta, 5 April 2012

Dalam rangka menggiatkan dan memajukan perkembangan olahraga Indonesia, Telkomsel memberi dukungan terhadap program 100 Langkah Menuju Juara KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). Melalui kolaborasi program-program yang dihasilkan dari CSR Telkomsel dan KONI, diharapkan Indonesia akan mampu melahirkan juara dunia baru di bidang olahraga.

Melihat pencapaian prestasi Indonesia, sebagai juara umum di ajang SEA GAMES Tahun 2011. Ditambah sejumlah prestasi para atelet di pentas pertandingan dunia lainnya pada awal tahun 2012 ini. Telkomsel menyadari bahwa tanggung jawab untuk memajukan dunia olahraga, baik dari sisi infrastruktur maupun kemampuan para atlet merupakan hal yang menjadi prioritas bangsa.

Sarwoto Atmosutarno, Direktur Utama Telkomsel mengungkapkan, “Kami memandang bahwa olahraga nasional melalui KONI harus mampu tumbuh mandiri untuk bisa meningkatkan iklim olahraga dan kualitas atlet Indonesia. Telkomsel melalui program CSR berusaha memberikan dukungan kepada KONI sebagai start up menuju harapan tadi. Sehingga di waktu kedepan, KONI bisa sukses menerapkan program-program baik yang berkolaborasi dengan Telkomsel maupun pelaku usaha lainnya.”

Telkomsel dan KONI telah merancang beragam program yang dapat disinergikan dengan pemanfaatan core business Telkomsel di bidang telekomunikasi seluler. Program-program tersebut dikaitkan dengan materi-materi dan acara yang kental dengan dunia olahraga. Program-program yang digagas oleh KONI-Telkomsel menjadi bagian dari program 100 Langkah Menuju Juara yang ditujukan bagi para atlet.

Hari ini, Telkomsel yang diwakili oleh Sarwoto Atmosutarno dan KONI yang diwakili oleh Ketua Umumnya, Tono Suratman menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) tentang kerjasama dan dukungan Telkomsel untuk KONI. Beberapa aspek dalam nota kesepahaman tersebut  diantaranya berupa program donasi pelanggan melalui UMB (USSD Menu Browser) *811#, pengembangan digital konten kreatif terkait dengan olahraga, serta sejumlah pengembangan program kreatif  lainnya akan dilakukan secara berkesinambungan antara Telkomsel dengan KONI dan mitra KONI yang ditunjuk oleh KONI.

Tono Suratman, Ketua Umum KONI menyampaikan, “Kami berharap kerjasama ini merupakan bentuk kesinambungan dalam mendukung kemajuan olahraga nasional dan meningkatkan prestasi anak bangsa. Melalui dukungan CSR Telkomsel dan keunggulan di teknologi selular dan perjanjian kerjasama lainya, semoga bisa membawa KONI pada prestasi olah raga tingkat dunia.”

Semua aspek diatas disepakati guna mempercepat pencapaian program yang telah dicanangkan KONI, seperti 100 Langkah Menuju Juara. Kerjasama ini merupakan bukti bahwa mobile technology dapat juga diaplikasikan pada bidang olahraga. Telkomsel berkomitmen untuk bekerjasama dengan KONI melalui konsep digital  yang ditujukan bagi perkembangan prestasi olahraga di Indonesia. Telkomsel-KONI bertekad mencetak juara dunia baru dengan berkreasi menggunakan seluruh akses teknologi tersebut

Seperti diketahui, beragam partisipasi Telkomsel di dunia olahraga telah banyak dilakukan. Baik untuk dukungan bagi atlet berprestasi, infrastruktur pembinaan, sponsorship hingga mitra Piala Dunia 2010 di Indonesia. Termasuk dengan menghadirkan layanan UMB Dunia Olahraga *466# dan Dunia Bola *465# yang dapat diakses langsung oleh pelanggan, melalui telepon seluler.

“Kami berharap kerjasama ini merupakan bentuk kesinambungan dalam mendukung kemajuan olahraga nasional dan meningkatkan prestasi anak bangsa. Melalui kemampuan Telkomsel di bidang teknologi telekomunikasi seluler, kami yakin akan dapat memberikan kontribusi yang maksimal membawa olahraga Indonesia menuju prestasi dunia,” papar Sarwoto.

Sebagai karya anak bangsa, Telkomsel berupaya memajukan prestasi bangsa Indonesia. Telkomsel Paling Dipercaya, Paling Indonesia.

Sumber : hariansumut
- - -
Menara BTS Telkomsel
JAKARTA (Suara Karya): Operator seluler, Telkomsel segera menggelar program Desa Punya Internet (Desa Pinter) di 880 desa di Inonesia pada tahap pertama. Program ini bertujuan memberikan kemampuan kepada masyarakat pedesaan untuk meningkatkan kualitas kehidupan.

"Setelah menyukseskan proyek universal service obligation (USO) Desa Berdering, Telkomsel dipercaya pemerintah akan segera menggelar Desa Pinter. Masyarakat dapat membuka akses seluas-luasnya terhadap berbagai pengetahuan agribisnis, pendidikan, bahkan inovasi terkini seputar teknologi tepat guna," kata Head of Corporate Communication Division Telkomsel Ricardo Indra dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (8/4).

Menurut dia, Telkomsel menyedikan layanan internet di Desa Pinter dengan tarif terjangkau dengan layanan koneksi nirkabel berbasis WiFi. Layanan ini juga dapat digunakan oleh berbagai perangkat telekomunikasi. Telkomsel juga menyediakan 2 unit komputer dan satu unit printer di setiap desa dengan jaringan internet yang berkecepatan tinggi.

Ini memberikan kesempatan kepada masyarakat di pedesaan untuk mengakses informasi mengenai dunia pendidikan dan pengetahuan lainnya. Pada tahap I, akan digelar di 880 yang tersebar di 3 provinsi, yaitu 340 desa di Sumatera Utara, 340 desa di Sumatera Barat, dan 200 desa di Kalimantan Timur, karena tingkat penetrasi layanan komunikasi dan informasi yang tinggi. "Selain fokus membangun 100 kota broadband pada 2012, Telkomsel juga konsisten menghadirkan Internet Paling Indonesia sampai ke pelosok desa," ujarnya. (A Choir)

AP II Akan Kembangkan 10 Bandara

JAKARTA (Suara Karrya): PT Angkasa Pura (AP) II akan mengembangkan 10 bandara di wilayah barat Indonesia, karena saat ini harus melayani penumpang dan penerbangan di atas kapasitas (over capacity).

Ke-10 bandara ini meliputi Polonia (Medan), Minangkabau (Padang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang), Soekarno-Hatta (Jakarta), Supadio (Pontianak), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Husein Sastranegara (Bandung), dan Raja Haji Fisabililah (Tanjung Pinang).

Sedangkan dua bandara lain dinilai masih memadai, yakni Sultan Iskandar Muda (Aceh) dan Halim Perdanakusumah (Jakarta). Direktur Utama AP Tri Suriadjie Sunoko mengatakan, sejumlah upaya dilakukan untuk mengatasi kepadatan penumpang dan penerbangan. Di antaranya di Medan, AP II akan merelokasi bandara dari Polonia ke Kualanamu, Deli Serdang yang saat ini dalam proses penyelesaian.

Sedangkan ekspansi terminal dilakukan di Palembang, Padang, dan Bandung. Sedangkan di Jakarta, Jambi, Pangkalpinang, dan Tanjung Pinang dilakukan pengembangan terminal dan landas pacu (runway). "Sebanyak 10 bandara sudah dalam kondisi kelebihan kapasitas dan harus segera di atasi.

Baik dengan pembangunan terminal baru, relokasi hingga sekadar pengembangan terminal dan landasan pacu. Saat ini sudah berjalan," katanya. Seperti diketahui, Bandara Polonia didesain untuk 1 juta penumpang, namun kini sudah mencapai 7,2 juta penumpang. (Syamsuri S)

Sumber : suarakarya-online.com
- - -
BANDUNG (bisnis-jabar.com): Telkomsel membangun 45 Data Center (IT & Telco Equipment Room) di seluruh pelosok Indonesia seiring pertumbuhan beragam produk layanan baru.

Sebagai perusahaan yang peduli lingkungan dan efisiensi konsumsi energi, Telkomsel melakukan penelitian dan pengembangan Green Data Center yang bekerjasama dengan Universitas Indonesia dimulai pada Februari 2012.

Ricardo Indra, Head of Corporate Communications Division mengatakan Untuk mendukung Go Green yang dicanangkan Pemerintah serta mengantisipasi perkembangan ICT yang sangat pesat, terutama aplikasi pengolahan data dan data storage.

Untuk itu, katanya, Telkomsel bekerja sama dengan Departemen Teknik Elektro Universitas Indonesia dalam  Roadmap penelitian untuk mengembangkan Green Data Center, dengan fokus pada fasilitas yang mewadahi perangkat ICT dan infrastruktur penting dari operasional Data Center Telkomsel.

Dia menjelaskan Green Data Center merupakan tempat penyimpanan perangkat dengan sistem pendingin, elektrikal, pencahayaan dan IT dirancang untuk memaksimumkan efisiensi energi dan meminimumkan dampak lingkungan.

Fasilitas ini biasanya mencakup juga catu daya redundan atau cadangan, koneksi komunikasi data redundan, pengontrol lingkungan misalnya AC dan ventilasi, pencegah bahaya kebakaran, serta piranti keamanan fisik.

Pada umumnya, Data Center mengkonsumsi lebih banyak energi, seiring kebutuhan akan server berkembang menjadi lebih besar, lebih panas, dan akan berdampak kepada bertambahnya karbon emisi, disertai dengan penggunaan daya listrik dan biaya operasional yang meningkat secara signifikan. Sebuah Data Center besar diperkirakan dapat mengkonsumsi energi listrik sama banyaknya seperti sebuah kota kecil

Dalam mengembangkan Green Data Center Telkomsel, disusun Roadmap penelitian yang memiliki tiga area kegiatan dan terdapat area utama dari penggunaan energi atau Energy Loss dalam fasilitas ICT. Efisiensi energi tersebut terpusat pada :

Peralatan IT dan perangkat lunak dengan konsumsi energi yang rendah, termasuk didalamnya efisiensi Power Supply (Rectifier, UPS & Inverter dll), IT Equipment Fans dan Virtualization.

Rantai sumber energi seperti efisiensi UPS dan Trafo, distribusi tegangan tinggi, efisiensi motor, penggunaan daya DC (Direct Current), efisiensi dan kendali pencahayaan, serta penggunaan sumber energi terbaru.

Sistem pendingin (Cooling) seperti optimalisasi aliran udara dengan konsep baru desain ruangan yang memisahkan antara udara panas dan dingin, Liquid/Air Cooling (Musicool), pengkondisian lingkungan, penggunaan DC fan (Exhaust Fan), efisiensi kapasitas pendinginan dan optimasi Plant pendingin.

Joint Research ini fokus pada solusi potensial dengan perkembangan teknologi agar tercipta peningkatan efisiensi energi Data Center yang ramah lingkungan. Dan didukung oleh jaringan yang maksimal, Telkomsel secara berkelanjutan melakukan riset dan pengembangan penggunaan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan sebagai upaya menjaga kualitas layanan.

Telkomsel juga telah mengoperasikan lebih dari 2.500 BTS Hijau (Base Transceiver Station) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan merupakan BTS Hijau terbanyak di Asia.

BTS Hijau tersebut terdiri dari 2 kategori, yaitu BTS yang memanfaatkan sumber-sumber energi alternatif ramah lingkungan untuk menghasilkan tenaga listrik bagi BTS dan BTS yang mengimplementasikan teknologi ramah lingkungan dari sisi konsumsi listrik serta estetika lingkungan dan dapat menurunkan penggunaan daya listrik sampai dengan 52% dengan konfigurasi maksimal.

“Selain menghadirkan teknologi ramah lingkungan, Telkomsel fokus pada pengembangan jaringan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan memaksimalkan 44.000 BTS yang ada, Mapping penambahan BTS dan penambahan frekuensi dalam memberikan kualitas kecepatan layanan data dengan tingkat delay yang rendah.” (fsi)

Sumber : bisnisjabar
- - -